kuliner

Nasi Bekepor: Kuliner Khas Kutai Kartanegara Warisan Para Sultan

393
Dilihat
171
Suka
5.0
Rating
Nasi Bekepor: Kuliner Khas Kutai Kartanegara Warisan Para Sultan

Nasi Bekepor bukan sekadar hidangan pengisi perut biasa. Di balik kelezatannya yang gurih dan aromatik, tersimpan sejarah panjang dari dapur Kesultanan Kutai dan teknik memasak unik yang kini menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Timur.

Pernahkah Anda mendengar tentang Nasi Bekepor? Bagi masyarakat Kalimantan Timur, khususnya jika Anda sering mengikuti ulasan budaya di Habar Etam, hidangan ini pastinya sudah tidak asing lagi dan merupakan salah satu primadona kebanggaan daerah.

Sebagai kuliner khas Kutai Kartanegara, Nasi Bekepor menyimpan cerita sejarah yang sangat kaya. Pada masa lampau, hidangan ini bukanlah makanan sembarangan yang bisa ditemukan di pasar atau kedai biasa. Nasi Bekepor merupakan sajian eksklusif yang hanya diperuntukkan bagi keluarga kerajaan dan para bangsawan di lingkungan Kesultanan Kutai.

Namun, seiring berjalannya waktu dan berkembangnya zaman, sekat sosial tersebut meluruh. Kini, mahakarya kuliner ini telah bertransformasi menjadi warisan budaya publik yang bisa dinikmati siapa saja, sering dijumpai menghiasi meja perjamuan acara adat maupun menu andalan di berbagai rumah makan lokal.

Keunikan utama dari hidangan ini tidak hanya terletak pada rasanya, tetapi juga pada filosofi dan asal-usul namanya. Kata "bekepor" sebenarnya merujuk pada sebuah teknik memasak tradisional yang sangat spesifik dan membutuhkan keahlian khusus. Beras dimasak dengan metode liwet menggunakan kenceng, yakni sebuah panci perunggu tebal khas zaman dahulu.

Ketika proses memasak berlangsung di atas bara api kayu bakar, kenceng tersebut diputar-putar atau dalam bahasa lokal disebut "dikepor". Teknik memutar panci ini bukan tanpa alasan; tujuannya adalah untuk memastikan distribusi panas yang merata dari bara api sehingga nasi matang dengan sempurna dan bumbu meresap hingga ke butiran beras terdalam tanpa membuatnya gosong di satu sisi.

Berbicara soal cita rasa, bumbu yang digunakan dalam Nasi Bekepor sangatlah kaya. Perpaduan antara minyak sayur atau minyak samin, santan kelapa yang kental, serta rempah aromatik seperti daun pandan dan daun salam menciptakan dasar aroma yang menggugah selera sejak panci pertama kali dibuka.

Tidak berhenti di situ, ada satu rahasia lagi yang membuat hidangan ini begitu ikonik. Saat nasi berada dalam kondisi setengah matang, potongan ikan asin dimasukkan ke dalamnya dan diaduk rata. Proses ini memberikan sensasi gurih alami dari laut yang menyatu dengan kelembutan nasi rempah.

Tentu saja, kenikmatan kuliner khas Kutai Kartanegara ini tidak berdiri sendiri. Dalam tata cara penyajian otentiknya, Nasi Bekepor wajib didampingi oleh lauk pauk pelengkap yang tak kalah bersejarah. Bintang pendamping utamanya adalah Sambal Raja, sebuah sambal istimewa yang diracik dengan campuran potongan terong, kacang panjang, dan telur rebus serta ikan asin gabus yang digoreng garing. Pada beberapa kesempatan, hidangan ini juga disandingkan dengan gangan asam kukar, sayur berkuah asam segar yang menyeimbangkan rasa gurih dari nasi.

Mempelajari dan mencicipi Nasi Bekepor pada dasarnya sama dengan membaca buku sejarah melalui indera pengecap kita. Melalui setiap suapannya, kita diajak untuk tidak sekadar menikmati makanan, tetapi juga merawat memori kolektif tentang kejayaan masa lalu Kesultanan Kutai.

Diskusi (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Beri Dukungan

171 Orang Menyukai Ini

Beri Rating

Penilaian Anda sangat berharga

5.0
Dari 130 Penilai

Bagikan Wisata

Ajak teman dan keluarga untuk menjelajahi keindahan Etam bersama.